Selasa, 02 September 2014

PERATURAN AKADEMIK MTs NEGERI GARUT

PERATURAN AKADEMIK
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI GARUT

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal   1

Madrasah melalui Tim Pengembang Kurikulum menyusun dan menetapkan
Peraturan Akademik.

Pasal 2

1.      Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur persyaratan kehadiran, ketentuan ulangan, remedial dan pengayaan, kenaikan kelas kelulusan dan hak-hak peserta didik
2.      Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur  hak peserta didik dalam menggunakan fasilitas sekolah untuk kegiatan belajar.
3.      Peraturan akademik merupakan peraturan yang mengatur layanan peserta didik dalam konsultasi kepada guru mata pelajaran, wali kelas dan dan layanan bimbingan konseling
4.      Peserta didik adalah anggota masyarakat yang mengikuti proses pendidikan di MTs. Negeri Garut
5.      Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaranuntuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik.
6.      Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.

Baca selengkapnya ....

Selasa, 10 Desember 2013

CATATAN KEGIATAN MTsN GARUT SEMESTER GASAL TP 2013/2014

 Ini beberapa kegiatan luar kelas yang diselenggarakan di MTs Negeri Garut pada semester gasal TP 2013/2014

1. Perkemahan LDG di Perkebunan Teh Giriawas (Cikembar)
 Perkemahan adalah sebuah kegiatan yang 'diwajibkan' dalam Pramuka. Pramuka tanpa kemping? itu seperti sayur tanpa garam. Itulah mengapa MTs Negeri Garut setiap tahun menyelenggarakan kemping sebagai penutupan LDG (Latihan Dasar Gudep) bagi siswa kelas 7. Sudah beberapa periode kemping itu diadakan di daerah perkebunan teh Giriawas, sebuah tempat dataran tinggi yang terletak di  kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, kurang lebih 25 km dari lokasi madrasah.





Baca selengkapnya ....

Minggu, 24 Januari 2010

ANIMO SISWA DALAM MENGIKUTI PELATIHAN JURNALISTIK


Sungguh di luar dugaan.
Demikian tinggi animo siswa MTsN Garut saat pendaftaran Pelatihan Dasar Jurnalistik dibuka. Tercatat 148 orang pendaftar yang datang di bawah bimbingan para wali kelas. Kenyataan ini sungguh menggembirakan sekaligus membanggakan. Panitia dan para guru umumnya menaruh harapan besar kelak lahir anak-anak yang memiliki wawasan dan mengetahui etika dasar jurnalistik serta terampil menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan di media.

Tidak terlalu muluk, sebab tujuan jangka pendeknya adalah siswa mampu mengelola media sekolah (Buletin BASIK yang telah ada) agar tampil lebih dinamis dan greget.

Maka usai sekolah Sabtu, 23 Januari 2010, pada pukul 13.30, acara Pelatihan Dasar Jurnalistik untuk Siswa MTsN Garut dibuka secara resmi oleh Kepala MTsN Garut, Bapak Ishak, S.Pd.I. Dihadiri oleh para guru dan peserta siswa, acara dilanjutkan dengan penyajian materi awal yakni :
1. Dasar-dasar Jurnalistik, oleh Kang Nul Zainul Muchtar, S.Kom (Wartawan Harian Umum Galamedia Bandung/Bendahara PWI Kabupaten Garut)
2. Teknik Repostase dan Wawancara, oleh Kang Soni, MS, S.Pd (Pemimpin Redaksi Majalah Pendidikan "Kandaga" Garut/Ketua 2 PWI Kabupaten Garut)
Acara sore itu ditutup pukul 17.15 dan dilanjutkan kembali keesokan harinya pukul 08.00 - 16.00 WIB.

Acara Hari Minggu, 24 Januari 2010
1. Pengenalan Media, oleh Kan Nul Zainul Muchtar, S.Kom
2. Jenis-jenis Tulisan di Media, oleh Kang Soni MS, S.Pd.
3. Sejarah BASIK, oleh Drs. Jajang Jauhari, MM (Guru + Perintis Media BASIK MTsN Garut)
4. Pengenalan Buletin BASIK, oleh Dra. Ani Rostiani (Pustakawan + Pembina Buletin BASIK MTsN Garut)
5. Diskusi Kelompok dibimbing oleh guru pendamping
6. Penugasan (jangka waktu 1 minggu)

Acara ditutup dan dilanjutkan minggu depan, Minggu 31 Januari 2010 pukul 08.00 untuk mengumpulkan tugas dan evaluasi serta perbaikan.



Baca selengkapnya ....

Sabtu, 23 Januari 2010

PELATIHAN DASAR JURNALISTIK UNTUK SISWA

Era globalisasi informasi saat ini telah menjadikan dunia seolah tak berjarak. Peristiwa yang terjadi hari ini di belahan benua yang jauh, dapat diakses dengan cepat di belahan benua lain. Informasi demikian cepat menyebar, tak terbendung, melalui berbagai media yang semakin canggih dari waktu ke waktu. Manusia hanya tinggal memilih jenis informasi yang diperlukan, yang manfaat atau yang bersifat sampah.
Media jadi demikian kuasa memengaruhi pola pikir banyak orang. Kesalahan dapat dengan lenturnya diputarbalikkan dengan tarian pena yang indah, seolah ia sebuah kebenaran. Demikian pula sebaliknya, kebenaran dengan mudahnya disulap menjadi kejahatan. Di sinilah letak arti pentingnya norma dan etika sang pemilik pena, agar informasi tak menjadi bias. Keterampilan plus kesadaran menjunjung tinggi kebenaran menjadi sebuah keniscayaan.
Dalam kaitannya dengan sebuah sistem yang tengah ditata dalam lembaga bernama sekolah/madrasah, kehadiran penerbitan sebagai media pemberi informasi menjadi sangat penting. Di samping sebagai wadah pengembangan potensi bibit-bibit penulis, penerbitan madrasah, apapun bentuknya, antara lain sebagai media komunikasi bagi segenap warga madrasah beserta stakeholdernya. Dengan adanya media komunikasi tersebut, semua unsur yang terkait dalam sistem madrasah bisa bersatu dalam sebuah visi dan misi bersama. Media ini juga dapat mejadi sarana pembelajaran dalam hal pemberian informasi yang benar, akurat dan terpercaya, apa adanya dan tidak membohongi publik (dalam hal ini seluruh warga madrasah). Maka dalam konteks pembelajaran berbasis baca-tulis, kehadiran media madrasah rasanya menjadi sebuah keharusan.
Tentu ada banyak kendala yang harus diatasi untuk menerbitkan media madrasah. Untuk sekedar menerbitkan mungkin tidak terlalu sulit, terbukti dengan telah terbitnya 4 (empat) edisi buletin BASIK yang terdahulu. Namun, untuk menjaga kestabilan isi dan edisi, itulah yang agak rumit. Diantara sekian banyak kendala itu diantaranya adalah menjaga kontinuitas waktu terbitnya, dalam hal ini perlu adanya sumber daya manusia (SDM) jurnalistik.
Keterampilan jurnalistik di sini adalah keterampilan menggali, menemukan dan mengolah topik-topik tertentu menjadi tulisan yang menarik, aktual dan menyentuh kebutuhan pembaca. Selain itu, dalam penerbitan media madrasah, butuh lebih dari sekedar keterampilan jurnalistik. Mereka yang terlibat harus memiliki etos kerja tinggi, tidak menunda-nunda waktu, ulet, dan bisa bekerja sama, karena penerbitan adalah kerja tim, bukan kerja pribadi.
Untuk itulah diperlukan sebuah pembinaan dan pelatihan dasar jurnalistik dan manajemen, agar penerbitan tersebut menjadi efektif. Maka MtsN Garut mengadakan pelatihan yang diberi nama : PELATIHAN DASAR JURNALISTIK UNTUK SISWA.
Waktu pelatihan dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, dibagi dalam : 2 (dua) hari pemberian materi, pemberian tugas lapangan selama 1 (satu) minggu dan 1 (satu) hari terakhir sebagai evaluasi hasil penugasan.

MATERI PELATIHAN
Dasar-dasar Jurnalistik
Pengenalan Media
Pengenalan Kerja Jurnalistik
Pengenalan Jenis-jenis Tulisan di Media
Teknik Reportase + Wawancara
Diskusi
Pengenalan Buletin BASIK (Buletin yang dikelola siswa MTsN Garut)
Penugasan & Pembagian Kelompok
Evaluasi
Perbaikan

Baca selengkapnya ....

Rabu, 23 Desember 2009

TENTANG BIJI KOPI


Pernah baca “Filosofi Kopi”?
Ia adalah sebuah buku kumpulan cerpen dan prosa karya Dewi “Dee” Lestari yang berkisah tentang seorang barista beserta keseluruhan idealismenya tentang kopi. Bagaimana keharuman kopi telah menginspirasi banyak orang untuk membuat loncatan besar dalam hidupnya.

Tapi, bukan tentang buku itu yang ingin saya bagi kali ini, melainkan tentang percobaan sederhana dari sebutir biji kopi. Dari sebuah percobaan sederhana, saya menemukan hal luar biasa yang dapat memotivasi orang untuk tetap mampu berdiri meski ditempa masalah bertubi-tubi. Inilah kisahnya ….

Seorang koki menyediakan tiga buah panci berisi air lantas ketiganya diletakkan di atas kompor. Sebuah wortel dimasukkan ke dalam panci pertama, kemudian sebutir telur dimasukkan ke dalam panci kedua, lantas pada panci ketiga dimasukkanlah sebutir biji kopi.

Setelah dididihkan selama 15 menit, apa yang terjadi?
Wortel yang tadinya keras, berubah menjadi lembek. Telur yang tadinya lembut dan cair, berubah menjadi keras. Sedangkan kopi, tetap biji kopi yang tidak berubah, namun justru memberi keharuman dan warna pada air dalam panci tersebut.

Bila panci dan air yang dipanaskan melambangkan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari, maka ketiga benda didalamnya menunjukkan sikap mental kita setelah menghadapi permasalahan tersebut.

Wortel. melambangkan seseorang yang tadinya keras dan teguh pendirian serta nilai-nilai hidup, selalu berusaha jujur dan siap bekerja keras. Namun setelah menghadapi permasalahan hidup, tekanan lingkungan maupun keluarga yang morat-marit membuat dia memiliki mental yang lemah, tidak berani mengambil keputusan sehingga konsep dirinya berubah.

Telur, melambangkan seseorang yang tadinya lemah lembut, mengerti perasaan orang lain, selalu bersedia melayani, namun akibat terpaan masalah besar dan bertubi-tubi, misalnya karena beban tanggung jawab di kantor yang bertambah, menjadikannya mudah tersinggung, keras kepala dan egois.

Kopi, melambangkan eksistensi diri yang tidak berubah, sekalipun beban permasalahan menghimpit dan menekan sedemikian rupa. Ketika masuk dalam “dapur penderitaan”, ia justru mampu memberikan warna dan keharuman bagi lingkungannya. Dia tidak mengeluh dengan permasalahan yang dihadapi. Dari mulutnya tidak keluar ucapan-ucapan menggerutu dan apatis. Dia tetap optimis bahkan mau berbagi pengalaman agar orang lain tidak mengalami hal serupa.

***

Ketika permasalahan muncul, hendak bagaimana sikap kita? Seperti wortel, telur atau biji kopikah?
Saat ini, di zaman serba kompetitif, lingkungan (kerja, sekolah, pergaulan, dll) tidak hanya membutuhkan manusia-manusia yang kompeten dalam menyelesaikan tugasnya, tapi membutuhkan juga manusia-manusia yang sanggup menjadi biji kopi ketika berkutat dengan beban dan masalah kerjanya. Mereka yang mampu "mengharumkan" melalui ungkapan yang optimis, bukan sekedar cercaan dan kritikan tanpa berbuat apapun.

Maka jadilah "Biji kopi"....





Baca selengkapnya ....

Presentasi Profil MTs Negeri Garut


Uploaded on authorSTREAM by aterburg

Presentasi Rencana Kerja Madrasah


Uploaded on authorSTREAM by aterburg

blogger templates | Make Money Online